Menurut Kantor Berita ABNA, pasca insiden keamanan yang direkayasa sendiri oleh Israel di perbatasan Lebanon, dan wilayah pendudukan pada hari Senin (27/7), sekarang media-media Israel mengabarkan pengiriman pesan baru Tel Aviv yang tampak ketakutan untuk Hizbullah Lebanon.
Situs berita Yedioth Ahronoth menulis, Israel, Selasa (28/7) melalui beberapa pejabat internasional menyampaikan pesan kepada Hizbullah yang menegaskan bahwa Tel Aviv tidak ingin insiden keamanan kemarin berubah menjadi perang total dengan Hizbullah.
Akan tetapi untuk menjaga harga dirinya, dan menutupi ketakutannya atas Hizbullah, Israel dalam pesannya mengaku siap memberikan pukulan keras dalam kondisi buruk, dan pemerintah Suriah dan Lebanon harus bertanggung jawab.
Situs berita Times of Israel menulis, tidak jelas pesan ini disampaikan oleh siapa, dan melalui pihak ketiga yang mana hingga sampai ke tangan Hizbullah. (HS)
342/